Setiap Lelaki Memiliki Seorang Wanita yang Dicintai, Meskipun Dia Belum Terlahir atau Bahkan Tidak Terlahir di Dalam Rahim Mimpinya

Kamis, November 06, 2008

IMPIAN YANG TERGAPAI



Senyummu tetaplah senyuman istana mimpiku

Engkau tidaklah perlu lagi untuk selalu bertanya
Engkau tidaklah perlu lagi berada dipersimpangan untuk bertanya
Karena engkau sekarang telah menemukan jawaban atas semua yang engkau tanya

Engkau mulai kurang berbincang akrab dengan Sang Putri Malam Yang Bergaun Beludru Hitam
Yang selalu setia menyelimutimu dengan tiupan dan hembusan angin malam
Dan mengiringi langkahmu dengan nyanyian tembang syahdu di dalam mengarungi gelapnya malam

Berbagai pertanyaan telah terjawab yang selama ini mengkristal dalam pkiranmu
Impianmu yang melayang berlari-lari riang dalam ruang anganmu kembali ke dalam jiwamu
Raihlah dan peluklah dia dengan kuat dalam sayap- sayap dekapanmu

Dekaplah dan peluklah kedalam kehangatan jiwamu
Rasakanlah kehangatan itu dan janganlah engkau lepaskan dari tangan-tangan jiwamu
Karena inilah ranumnya dari buah yang terpetik dari tanamanmu
Hingga mengantarkanmu menuju pesanggrahan Istana Impianmu

Engkau tidaklah lagi sendirian di dalam bahtera sewaktu mengarungi samudra waktu harimu
Belaian jiwamu dengan kasih sayangnya setia menemanimu
Berjalan dan melayang bersama didalam gelombang penderitaan dan kebahagian mimpimu
Bersamanya untuk mencapai tujuan kepulau Istana Mimpimu

Penderitaan, kesedihan, tangisan dan air mata yang bercucuran
Merupakan alunan nada-nada merdu dari sebuah lagu kebahagian
Membawamu menyelam dan mereguk nikmatnya samudra ketenangan dan kebahagiaan

Pagimu kini cerah, secerah sinar hatimu ditatapan mentari
Embunpun yang bergaun sutera bening tertarik untuk bernyanyi
Berwajah segar, berbaris rapi, melambaikan sambutan kepadamu yang berseri

Engkau yang kini tidak lagi sendirian menapaki dalamnya samudra kehidupan waktu
Bersamanya menatap pergolakkan dan gelombang yang datang tak kenal waktu
Kesedihan dan kegembiraan adalah dua untai alunan nada kehidupanmu
Terkadang hanya satu yang menyambut, tetapi lebih sering keduanya datang menyambutmu

Sambutlah dia dengan luasnya hamparan padang hatimu
Sambutlah dia dengan juluran terbuka kedua belah tanganmu
Sambutlah dengan untaian kata mutiara indah dari suara gemanya gua terdalam hatimu
Sambutlah dia dengan ucapan telah dan selalu aku ada menerima arti kehadiranmu

Dekaplah dia dengan erat serta erat seakan engkau tidak ingin dia meninggalkanmu
Bersama selalu untuk bersama sekarang, besok, lusa, akan datang dan selamanya untukmu


Kepada yang tergapai mimpinya

Tees’06’05


Tidak ada komentar:

Posting Komentar